Jumat, 13 Februari 2009

Alkisah Itik dan Buaya

ehhmm wkt gw baca2 di internet,,gw nemu cerita yg lumayan bagus nech,,tentang kehidupan para pria mencari mangsa,,buat para "buaya" pasti ngerti maksudnya apa,,hehehehee
(btw kok gw jd sering copy paste cerita dr tempat laen ya??^^),,lg ga sempet nulis sih,,huhuhuhuhu

Pada suatu waktu.. ada anak itik sedang berjalan dipinggir sungai..
Anak itik sedang sedih karena terpisah dengan teman-temannya..
Anak itik bertemu seekor buaya dipinggir danau..
“Tik.. sini.. deket sama aku.. aku kesepian.. kamu mau kan jadi temenku..”
Anak itik yang masih polos percaya begitu saja kepada buaya
” iya mau om, aku juga kesepian.. om gak akan makan aku kan?
“ Gak tik, aku malah akan memberikan kebahagiaan pada mu”
Dalam hati buaya berkata.. wah ada mangsa enak ne.. masih bego lagi...
***
Seiring berjalannya waktu..Anak itik dan buaya berteman dekat..
Mereka berenang bersama dan bercerita..
Anak itik mulai menyukai buaya...
Sampai suatu hari buaya berkata..
“Tik.. aku mau pergi ke surga tik???”
“Om mau ninggalin aku?
“Aku gak mau tik, makanya kamu mau ikut tik?
“Mau om? Tapi gmana caranya om?” anak itik masih polos menjawab dengan jujur pertanyaan buaya
“Kamu harus masuk ke mulut aku.. “
“Kamu mau makan aku om buaya?”
“aku bukan mau makan kamu.. tapi aku mau mengantar kamu ke surga.. ini rahasia yah tik.. sebenernya mulutku adalah jalan tembus kesurga....”
“Yang bener om???
“Iya bener... aku gak pernah bohong.. bagiku kebohongan tidak pernah lebih baik dari kejujuran...”
Anak itik yang polos pun masuk ke mulut buaya..
Namun tiba-tiba buaya berpikir..hmm itik masih terlalu kurus nih untuk aku makan.. aku kayaknya gak bakal kenyang ni... maka muncu lha ide baru di otak buaya..
“Tik.. ternyata setelah aku pikir-pikir... kamu belum waktunya masuk surga... kamu kurang gemuk..”
“Lho, apa hubungannya om.. gemuk dan masuk surga?”
“Maksudku.. kamu belum cukup umur.. untuk masuk surga.. kamu perlu waktu 1 tahun lagi tik.. akupun akan menunda kepergianku ke surga demi kamu...”
“Hmm yah udah om.. aku keluar lagi yah.. om yakin?”
“Yakin tik.. yakin tik.. bagiku kebahagianmu adalah yang utama”
Itikpun keluar dari mulut buaya...
***
Beberapa hari kemudian....
“Tik.. aku ada konfrensi bersama buaya-buaya.. kamu tunggu aku disini yah.. nanti aku pasti menemui mu kembali dan kita akan bermain bersama seperti biasa...aku akan merawatmu sampai kau cukup dewasa untuk masuk surga...”
“Jangan lama-lama yah om..”
Setelah buaya pergi.. tiba-tiba teman itik lewat..ayam
“Yam.. apa kabar?”
“Eh itik.. sedang apa lo sendirian di sini tik?”
“Lagi nunggu om buaya...”
“Buaya!!! Ngapain lo nungguin dia?”
“Hmm sebenernya rahasia sih yam.. “
“Rahasia apa tik..”
“Gini.. kata om buaya.. mulutnya adalah jalan tembus ke surga.. jadi dia akan menjaga aku sampai aku cukup dewasa masuk surga...”
“Tik..tik.. lo bego banget sehh... itu namanya lo mau di makan... ada juga mulutnya tuh jalan tembus ke neraka..”
“Ah yang bener.. tapi yam, om buaya baik banget sama aku..”
“Yah iya lha.. dia baik sama lo...klo ga mana mau lo deket-deket sama buaya..”
“Iya yah...”
“Udah jangan banyak pikir.. mending sekarang lo kabur.. mumpung buaya lagi gak ada...”
“Bentar yam.. aku mau nulis surat dulu buat om buaya...”

Dear om buaya..
Om.. tadi aku ketemu temanku.. Ayam..
Aku seneng banget om.. akhirnya aku bisa ketemu temanku lagi..
Om.. apa benar om mau makan aku?
Mulut om bukan jalan ke surga tapi jalan ke neraka yah om..
Maaf om,, aku gak bisa memenuhi janji ku ke om..
Soalnya aku belum siap mati om..
Masih banyak hal yang ingin aku liat om...
Maaf om..
Selamat tinggal om..
***
Ketika buaya pulang.. buaya menemukan surat itik..
Lalu buaya marah....lalu buaya melihat itik di atas bukit lalu ia berteriak pada itik
“tik.. kamu mau kemana?”
“Aku mau pergi om.. selamat tinggal om.. terima kasih atas kebaikan om selama ini..aku udah ninggalin surat untuk om.. aku harap om mengerti..”
“Tik, masa kamu gak percaya sama aku tik..aku beneran gak mau makan kamu.. aku hanya mau mengantar kamu ke surga.. tempat yang sangat indah tik... tapi klo kamu gak mau yah sudah.. aku akan pergi sendiri ke surga.. dan kamu pasti menyesal tik karena meninggalkan aku..”
“Maaf om.. aku tak bisa.. selamat tinggal...”
Buaya yang marah berkata pada itik
“Aku gak mau kenal kamu lagi tik!.. aku akan lupakan kamu!.. anggap aja cerita kita sudah tamat!...selamat tinggal tik”
“Bagiku om.. kau tetap teman terbaikku... selamat tinggal...”
“Tik... aku kecewa tik.. aku akan buang semua yang berhubungan dengan mu tik!”
“Aku akan tetap menyimpan kenangan kita om..selamat tinggal”
Itik pun menghilang di balik bukit..
Meninggalkan buaya yang sedang sekarat karena kelaparan....

silahkan diamsumsikan sendiri mengenai cerita ini^^
buat para wanita, hati2 ma om buaya ya,,hehehehehe
jomblo itu pedih, jenderal !!!! huhuhuhuhu

Minggu, 08 Februari 2009

10 racun psikologi

Wew udah lama nech gw ga posting,,lg ga sempet nulis postingan coz sibuk bgt..
sebagai gantinya ini gw mau share file simpenan gw (bukan gw yg nulis) tentang psikologi..
sory klo repost,, semoga bermanfaat buat para pembaca setia blog ini^^

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkimpoian, problem seksual, dll...
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Ketika kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia, gunakan cara diatas sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang !!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------